Showing posts with label moveon. Show all posts
Showing posts with label moveon. Show all posts

January 14, 2011

Mau dibawa kemana gerakan LGBTIQ Indonesia ke depan?



Tak perlu saya jelaskan panjang lebarpun juga teman teman sudah tau kalau Gerakan LGBTIQ dari awal selalu mengibarkan bendera Hak Asasi Manusia. Kita berjuang untuk persamaan Hak, menghilangkan segala bentuk diskriminasi gender dan sekualitas, mencoba menghilangkan bentuk pemikiran berbasis Patriaki dan menghadiran pemikiran yang berbasis persamaan gender dan sekualitas.

Lalu mau dibawa kemana gerakan LGBTIQ Indonesia ke depan? Dengan segala macam bentuk pendiaman paksa yang kita terima hingga sampai persetujuan Indonesia dalam Hukum Mati berdasarkan Orientasi Seksual.

Gerakan kita diserang dari segala macam penjuru diskriminasi yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia hingga membuat kita kecolongan dengan diskriminasi dalam bentuk lain, contohnya dengan adanya FTA antara Uni Eropa – India, yang mengakibatkan harga obat generic India tidak dapat lagi dibeli dengan harga murah, tapi harus mengikuti harga jual Uni Eropa, sedangkan obat generic ini adalah obat untuk HIV yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia. Lalu apa yang kita lakukan? Kita berdemo tentang masalah subsidi obat HIV yang merupakan masalah HAM? Kan jadi ironis, karena kita kebakaran jenggot pada saat kebakaran, tapi diam duduk manis pada saat api mau disulut di depan mata kita.

Kalau kita lihat dari sejarah, Pada tahun 1832 Inggris menghapuskan Perbudakan karena Inggris masuk menjadi Negara Industrilisasi. Jadi sebenarnya masalah perbudakan selesai bukan karena majunya tingkat kesadaran akan Hak Asasi manusia, tapi lebih karena majunya tingkat industri mereka.

Dari diatas bisa kita lihat kalau kita mengabaikan satu buah masalah secara besar, dimana sebenarnya pelanggaran HAM adalah salah satu hasil dari permasalah tersebut, yaitu permasalahan EKONOMI. Kita menjadi terlalu naïf dengan mencoba menggali dan menutup lubang satu, lalu lubang satu lagi, lalu satu lagi, berharap dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sama seperti lumpur Lapindo, dimana mereka focus mencoba menutup lubang –lubang semburan, tapi tidak menutup sumber yang menghasilkan lubang tersebut.


April 22, 2009

Kebohongan, Perlukah Toleransi?

Biasanya saat kita percaya pada seseorang kita kemudian menjadi buta. Sesungguhnya kita sendiri yang memilih untuk menutup mata dari kenyataan yang mungkin berbeda dari yang kita harapkan. Apalagi jika ini menyangkut orang terdekat, perkara yang sederhana bisa mendadak jadi ruwet.
Kebohongan sekecil apapun adalah kebohongan. Meskipun mengatasnamakan kebaikan tapi tetap saja sebuah kebohongan. Setiap perbuatan seseorang pasti memiliki alasan rasional, yang mungkin akhirnya membuatnya memilih untuk berbohong. Dalam batasan pemikiran awam yang sewajarnya, tentu penjelasan akan sebuah kebohongan akan dapat dimengerti dan kemudian dapat dijadikan pembelajaran. Namun ada sebagian orang yang sepanjang hidupnya penuh dengan kebohongan sehingga ia tidak lagi mempunyai penjelasan rasional atas perbuatannya. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang gigih dan sangat pandai bersandiwara. Meski berkali-kali ketauan, dikucilkan dan menjalani hukuman, kebohongannya akan kembali terulang. Percayalah, ada orang-orang yang memang tidak mau berubah.
Kejujuran dan kebohongan sama-sama berkembang membentuk spiral yang semakin meluas. Karena satu kebohongan harus ditutup dengan kebohongan yang lain dan demikian seterusnya.
Saya yakin bahwa tidak ada orang yang tidak pernah berbohong. Tapi saya juga percaya bahwa orang-orang yang sering mengungkapkan kebohongan akan terus melakukan hal yang sama seumur hidupnya.
Hati kecilmu selalu tau mana orang-orang yang jujur dan tidak, kapan kamu bisa percaya pada seseorang dan kapan keadaan mulai mencurigakan. Kenyataan ada di depan mata, jangan mengingkarinya, jangan membohongi hatimu sendiri. Kamu yang tentukan sejauh mana harus mentoleransi sebuah kebohongan.

April 03, 2009

What We Want (vs) What We Need

This is what makes it all complicated.
I'm gonna simply give you examples of some common situations.

1. Casing does matter. Does it?
You date a sexy beautiful girl with good personality. You both likes each other so much. She likes to dine in a proper place, shop good clothes, and regularly have holidays out of town. The problem is that you're not in the situation to have or even support such lifestyle as she wanted. Yes, it's a financial problem. She keep asking out for dinner and hangout and those stuff. Seems like she barely care about your situation.
But, there is this one girl who doesn't look as hot as the one you're dating. But she's sweet and simple, even you both had the same taste in movies. You've been sharing with her about your situation and she completely understand, she even encourage you to find extra money. But you don't want her, you'll find the extra money no matter what, if you can have the hot beautiful girl why should you degrade your standard, right??

2. Miss Problems
You are a last year student of a respectable university in the country. Good grades, good financial and family stability. Nothing is really perfect though. You're girlfriend has been spending most of your energy and thoughts, not to mention the times that you could've used to wrote your final paper. From lost mobile phone, accidental car crash, money problem, family issues, guys flirting her, bla bla bla. You seem can't get rid of problems away from her. Your life has been such a mess lately, not because of your own problem, but simply because of her. You care so much for her, though you're tired for having the same problems over and over again for almost 1 year of your relationship, but you decided to hang on, though not so sure to what..

3. You've come to your 6th months relationships. Your girlfriend is a great girl, though she's apart in different town. Everything seems well, at least that's what you feel. But you've been angry to your girl, mostly just because she asked you to keep informing you what you're doing. You found it annoying, besides it's just a regular daily routines, she knows that already. You get so emotional lately and often yell at her, though she never offend you back for doing such thing to her, whom actually didn't do any mistake. You want her but you also want to have your own time, how can it be so hard for her to understand??

Been there? Or maybe you know someone who did?
Here's what I think. Casing does matter, but it's not everything. If you're not sure with what you're holding to, then it's probably doesn't even exist. You're having a relationship with a person, not a punching bag, treat her like how you want to be treated.

Mostly, when we got deep into a relationship or when we madly in love to someone, we tend to forget what we really need. We matter everything else that really doesn't matter.
Get real. Find out what you really need, and deal with it.

March 27, 2009

Melepaskan Hubungan Yang Tidak Sehat

Tahapan ini pasti kita lalui dalam setiap hubungan, entah sadar atau tidak. Masa-masa ini adalah masa dimana pacaran tak lagi seindah dulu, kata-kata manis perlahan berubah menjadi pahit, masalah seolah datang bertubi-tubi dan tak ada habisnya. Tenaga, pikiran dan waktu habis tapi situasi tak kunjung membaik. Seringkali bahkan terlintas, rasanya ingin menjomblo lagi saja, atau malah rasanya seperti sudah salah memilih orang. Ini jelas ada sesuatu yang tidak beres.
Sebelum semuanya semakin berantakan, berhentilah dulu sejenak, tenangkan hati dan pikiran. Ambil waktu dimana kamu merasa siap, kesampingkan ego dan emosi agar bisa melihat permasalahan secara netral dan menyeluruh.
Perubahan melibatkan dua belah pihak, dan ini adalah sebuah proses panjang. Seberapa panjangnya tergantung dari kesiapan dan kemauan kedua belah pihak untuk mewujudkannya. Tapi bukan berarti saling tergantung satu sama lain. Sebuah hubungan adalah ikatan dua individu yang berbeda yang terpisah namun melihat pada visi yang sama.
Kamu harus ingat, bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginanmu, dan bahwa ada hal-hal yang tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. Kamu boleh berusaha sekuat tenaga tapi pada akhirnya kamu harus tau kapan harus berhenti.
Saling ketergantungan, khususnya dalam membuat keputusan, tidak akan menyelamatkan suatu hubungan. Sebaliknya, akan membuatnya semakin tenggelam.
Saat kita sedang dalam posisi ini, memang sepertinya sulit sekali untuk keluar dari semua masalah yang ada, bahkan sepertinya tidak mungkin melepaskan diri dari pasangan kita. Kita hanya mau dia, tapi kita ingin keadaan berubah membaik.
Sesungguhnya segala kesulitan yang ada hanyalah ilusi emosional. Kita terjebak dalam 'kebiasaan' bersama dia, keberadaannya, rasa yang dia timbulkan dan berbagai hal yang kita bagi bersamanya. Hidup terasa hancur, semua hal tak lagi berarti, hari-hari hanyalah derita tanpa henti.
Hubungan yang baik akan selalu membaik dan membaik, sesulit apapun situasi yang dihadapi. Sebaliknya, hubungan yang kurang baik akan semakin memburuk meskipun hanya dihadapkan pada masalah kecil. Jauh di dalam hatimu, kamu tahu.
Kenyataan memang seringkali pahit, tapi percayalah itu selalu yang terbaik. Menyelamatkan diri bukanlah egoisme. Seringkali menyelamatkan diri juga berarti menyelamatkan orang lain. Kebahagiaan dan kemauan tidak bisa dipaksakan.
Berdamailah dengan dirimu sendiri. Cukup. Sudah saatnya melepaskan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi percayalah semua akan baik-baik saja.

March 25, 2009

Berhenti Kerja Atau Tidak?

Gw mau sharing dari yang lagi banyak terjadi sama gw dan temen-temen gw. Soal moving on di kerjaan. Mungkin kalian ada yang udah kerja juga, pasti tau sikonnya kaya gimana. Entah kenapa tahun 2009 ini banyak temen gw yang brenti dari kerjaannya, atau pun yang tadinya nganggur jadi dapet kerjaan, tp gw ngga akan bahas yang ini.
Lo ngga akan khawatir untuk brenti dari kerjaan lo yang sekarang kalo lo udah ada 'calon' baru. Maksud gw, tawaran kerjaan laen yang lebih menjajikan. Tentu dengan posisi lebih bagus, jenjang karir lebih jelas, atau gaji yang lebih besar. It won't be too hard to move on from your current job, you just need to adapt with new environment.
Tapi beda cerita kalo lo brenti kerja tanpa ada 'calon' menjanjikan. Gimana donk? Khawatir pastinya, terutama kalo selama ini lo uda ngga disupport ortu lg tapi gaji lo juga pas-pasan jadi tabungan lo cuma dikit atau malah ga ada. Berapa lama lo bakal nganggur setelah lo brenti kerja? Trus selama nganggur lo harus minta duit dari ortu lg? Iya kalo lo dapet kerja yang lebih baik dari yg lo tinggalin, klo ngga??? - Itu beberapa dari pertanyaan klise yang selalu muncul. Pemikiran-pemikiran itu yang seringkali jadi pertimbangan utama buat ngambil keputusan, brenti atau nggak. Di satu sisi lo ngga nyaman di tempat kerja lo sekarang, gajinya minimalis banget, atau simply you can't grow there. Tapi disisi lain lo ngga yakin bakal lebih baik di tempat lain.
Ini memang ngga gampang, tapi juga bukan ngga mungkin. Terus cari info soal kerjaan baru, obrolin sama keluarga dan orang terdekat yang kira-kira bakal kena imbas sementara dari keputusan lo ini, dan bikin backup plan. Inget, lo ngga bisa nylametin semua sekaligus, tangan lo cuma dua, kesempatan cuma dateng sekali. Pasti bakal ada pihak yang ngerasa dirugiin/dikecewain, itu wajar, tapi semuanya balik lagi ke diri lo sendiri. Lo berencana nglakuin perubahan yang nantinya hasilnya juga buat orang-orang yang lo sayang. Mereka mungkin ngga setuju / ngga ngedukung, tapi itu karna mereka juga ngga tau baik apa yang lo uda alami atau yang bakal terjadi, yang penting lo yakin sama yang mau lo lakuin. Hidup kan ngga selalu diatas, tapi saat ada dibawah bukan berarti lo boleh pasrah gitu aja, karna lo ngga akan otomatis balik ke atas. Lo harus percaya bahwa apapun yang lo lakuin, apapun yang terjadi, nantinya bakal menuntun lo ke masa depan yang lo mau. Karna dengan lo percaya diri, lo punya kekuatan untuk terus maju meskipun lo milih jalan yang ngga biasa.
Berhenti kerja atau ngga, pilihannya ada sepenuhnya di tangan lo, cuma lo yang paling tau keseluruhan sikonnya. Apapun keputusannya, percaya sama diri lo dan jangan gampang nyerah.

March 03, 2009

March 2009 topic: Move On

Move on:
  • go or cause to leave somewhere, esp. because one is causing an obstruction
  • progress

Obstruct:
  • block (an opening, path, road, etc.)
  • be or get in the way of

Kebetulan belakangan ini sedang banyak teman-teman yang berada dalam situasi ini. Ada yang baru akan memulai prosesnya, ada yang sedang menjalani, ada yang sudah berhasil melaluinya. Tentunya "Move On" tidak hanya melulu soal love & relationship dengan pacar, karena intinya terletak pada prosesnya bukan peristiwanya. Bisa jadi "Move On" dari pekerjaan yang ditekuni selama ini, bisa juga "Move On" dari kehilangan sahabat, pacar, saudara, orang tua, dsb.

Kalau kamu punya kisah tentang "Move On" baik itu sekedar sharing singkat, opini, tips, pertanyaan maupun kritik yang berhubungan dengan topik bulan ini silahkan kirimkan melalui email ke herlounge@gmail.com jangan lupa tuliskan judul email yang jelas serta nickname dan URL-mu (blog/fs/fb/myspace/etc).