Tak perlu saya jelaskan panjang lebarpun juga teman teman sudah tau kalau Gerakan LGBTIQ dari awal selalu mengibarkan bendera Hak Asasi Manusia. Kita berjuang untuk persamaan Hak, menghilangkan segala bentuk diskriminasi gender dan sekualitas, mencoba menghilangkan bentuk pemikiran berbasis Patriaki dan menghadiran pemikiran yang berbasis persamaan gender dan sekualitas.
Lalu mau dibawa kemana gerakan LGBTIQ Indonesia ke depan? Dengan segala macam bentuk pendiaman paksa yang kita terima hingga sampai persetujuan Indonesia dalam Hukum Mati berdasarkan Orientasi Seksual.
Gerakan kita diserang dari segala macam penjuru diskriminasi yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia hingga membuat kita kecolongan dengan diskriminasi dalam bentuk lain, contohnya dengan adanya FTA antara Uni Eropa – India, yang mengakibatkan harga obat generic India tidak dapat lagi dibeli dengan harga murah, tapi harus mengikuti harga jual Uni Eropa, sedangkan obat generic ini adalah obat untuk HIV yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia. Lalu apa yang kita lakukan? Kita berdemo tentang masalah subsidi obat HIV yang merupakan masalah HAM? Kan jadi ironis, karena kita kebakaran jenggot pada saat kebakaran, tapi diam duduk manis pada saat api mau disulut di depan mata kita.
Kalau kita lihat dari sejarah, Pada tahun 1832 Inggris menghapuskan Perbudakan karena Inggris masuk menjadi Negara Industrilisasi. Jadi sebenarnya masalah perbudakan selesai bukan karena majunya tingkat kesadaran akan Hak Asasi manusia, tapi lebih karena majunya tingkat industri mereka.
Dari diatas bisa kita lihat kalau kita mengabaikan satu buah masalah secara besar, dimana sebenarnya pelanggaran HAM adalah salah satu hasil dari permasalah tersebut, yaitu permasalahan EKONOMI. Kita menjadi terlalu naïf dengan mencoba menggali dan menutup lubang satu, lalu lubang satu lagi, lalu satu lagi, berharap dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sama seperti lumpur Lapindo, dimana mereka focus mencoba menutup lubang –lubang semburan, tapi tidak menutup sumber yang menghasilkan lubang tersebut.
