Showing posts with label relationship. Show all posts
Showing posts with label relationship. Show all posts
October 10, 2011
Hubungan yang Berbahaya
Kita pasti sudah sering membaca atau pasti hafal diluar kepala tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam membina sebuah hubungan, Tapi sayang nya seperti biasa ; Teori lebih mudah daripada Kenyataan. benar? Makanya saya berpikir mungkin lebih baik jika membahas tentang hubungan yang berbahaya, karena jika kita tau ada bahaya, ga mungkin dunk kita mendekat. ^^
Menurut saya, hubungan yang berbahaya, pertama adalah faktor takut kehilangan! Pernah ada teman saya yang bahkan mengatakan bahwa dia mencari pacar sampai 8 tahun baru bisa ketemu sama pacarnya sekarang, jadi dia ga mau kehilangan. Bahkan ada teman saya yang rela di "gantung" hubungan nya sama mantan pacarnya selama 10 tahun karena dia ga rela kehilangan. 10 tahun saudari-saudariku! Itu kalau ada bayi pasti sudah masuk kelas 5 SD kali ya? hahahaha.
Adalah hal yang sia-sia kawan untuk mencoba memiliki seseorang, bagaikan mencoba menggarami air laut. Berbeda jika kamu berharap untuk memiliki sebuah benda atau mimpi mempunyai pekerjaan tertentu, semakin kamu bekerja keras maka semakin dekat dengan impianmu. Tapi pasanganmu itu bukan benda! dia manusia yang sama denganmu.
Tags
relationship,
vien
June 19, 2011
Is there a perfect relationship?
I’ve come to a realization that everyone in our life brought certain meaning & lesson. We often caught up in disappointments about why our relationship didn’t worked and we get hurt in the end, we didn’t care that it hurts for our partner too, and we didn’t took the lesson out of it. We blame our partner, we blame everything that didn’t worked as planned, we blame the situation, we blame all that’s already happened.
We should start asking each other, “What did your existence meant to my life? What is the lesson from all of this?”
Imagine each of us is like a bunch of exam questions, and it could be unlimited, we’ll never know. We wouldn’t find the whole answers in just one person, but everyone in our life has some answers to our questions, some just one, some a few, some is a lot more. In reverse, we also couldn’t be someone else’s whole answers, we can only do our best and help out as much as we can.
When in relationship, I would want to be able to help out with my partner’s problems and just help her to be a better person, I would want her to do the same. The question is, how many can I solve? And how better can I help her to be? I do have limitations, everyone does, that’s why our previous relationships ends, because simply we’re out of answers for each other.
Even the best ending still hurts, that’s for sure! But the best thing we can do while in relationship is trying to find as many answers as possible to our questions, and help our partner to find theirs.
The definition of perfection is relative for everyone. I personally think no relationship is perfect, but we can make it worth it.
By
Herlounge
Is there a perfect relationship?
2011-06-19T00:03:00+07:00
Herlounge
relationship|
Comments
Tags
relationship
March 09, 2011
Emosi
Hal yang paling menyebalkan adalah ketika mendapatkan omelan dari pacar, tanpa kita mengetahui dimana kesalahan kita, bahkan tanpa mengerti apa apa. Lalu dijawab dengan nada tinggi “AKU GA MARAH KOK!!” ketika ditanya “Kenapa kamu marah marah sayang?” huuuaaaaaaa T_T
Siapa yang setuju dengan saya?
Biasanya ini adalah pancingan yang membuat emosi, kesal, sebal bercampur dari satu, apalagi kalau situasinya kita sedang sakit demam jiiaaahhhhh tak terjelaskan rasanya.
Bicara sebuah hubungan, emosi adalah faktor yang terpenting, jangan berharap untuk tidak berhadapan dengan emosi ketika memasuki sebuah hubungan. Karena sebuah hubungan tidak menjamin kebahagiaanmu 100%.. Bertahan dan tetap mempunyai rasa hormat yang sama meski dia sedang bersikap menyebalkan itu namanya komitmen. “Bagaimana caranya “itu namanya kedewasaan, dan kemauan untuk melakukan semua itu namanya kebijaksanaan.
Jadi komitmenmu, kedewasaanmu, kebijaksanaanmu itu dapat d lihat dan berkembang dalam sebuah hubungan.
Lalu muncul sebuah pertanyaan: Sampai kapan harus menerima, karena dia bersikap menyebalkan tiap detik? HEI kawan… bagi saya sebuah hubungan itu dimulai bukan untuk diakhiri. Hubungan apapun yang kamu akan dibina itu bagaikan sebuah kertas gambar putih polos kosong… maka warnailah TAPI PILIHlah warnamu dengan hati hati.
Vien
(yang masih belajar untuk sabar dalam mendengar dan berkata kata, karena luka kata kata sama buruk seperti luka fisik)
Tweets me: Vien_Tanjung
Siapa yang setuju dengan saya?
Biasanya ini adalah pancingan yang membuat emosi, kesal, sebal bercampur dari satu, apalagi kalau situasinya kita sedang sakit demam jiiaaahhhhh tak terjelaskan rasanya.
Bicara sebuah hubungan, emosi adalah faktor yang terpenting, jangan berharap untuk tidak berhadapan dengan emosi ketika memasuki sebuah hubungan. Karena sebuah hubungan tidak menjamin kebahagiaanmu 100%.. Bertahan dan tetap mempunyai rasa hormat yang sama meski dia sedang bersikap menyebalkan itu namanya komitmen. “Bagaimana caranya “itu namanya kedewasaan, dan kemauan untuk melakukan semua itu namanya kebijaksanaan.
Jadi komitmenmu, kedewasaanmu, kebijaksanaanmu itu dapat d lihat dan berkembang dalam sebuah hubungan.
Lalu muncul sebuah pertanyaan: Sampai kapan harus menerima, karena dia bersikap menyebalkan tiap detik? HEI kawan… bagi saya sebuah hubungan itu dimulai bukan untuk diakhiri. Hubungan apapun yang kamu akan dibina itu bagaikan sebuah kertas gambar putih polos kosong… maka warnailah TAPI PILIHlah warnamu dengan hati hati.
Vien
(yang masih belajar untuk sabar dalam mendengar dan berkata kata, karena luka kata kata sama buruk seperti luka fisik)
Tweets me: Vien_Tanjung
Tags
relationship,
vien
October 20, 2010
Apa itu CINTA ?

Ok, memang bukan bulan Febuari. Tapi saya rasa tidak ada salahnya.. ^^ siap?
Cinta itu.. sesuatu yang kita harapkan penuh dengan kebahagian, tawa, canda. Penuh dengan hal indah seperti adegan di film film romantis. (siapa yang tidak?)
Kita berharap dapat menemukan seseorang yang tepat, seseorang yang dapat selalu memahami dan mengerti setiap perasaan kita. Selalu memaafkan setiap kesalahan kita, selalu menerima kita apa adanya. Menenangkan hati dan pikiran kita dalam galau, tersenyum dalam setiap situasi, siap sedia membantu dan memberikan solusi. Dan kita selalu merasa “kalah” jika tidak mendapatkan yang kita harapkan. Kita selalu men”cap” ; dia bukan yang terbaik untuk ku..
Tapi Cinta itu bukan perencanaan, bukan sesuatu yang bisa kita atur alur dari awal hingga akhir, bahkan tidak akan ada akhir dari cinta bagi seseorang yang benar benar sedang jatuh cinta.
Tags
relationship,
vien
September 27, 2010
Stay SINGLE is A MUST, ladies!
Dari judul, Tolong jangan mengambil penilaian kalau ini hanya sekedar tulisan penghiburan ala kadarnya untuk para jomblo jomblo.. ^^ karena sebenarnya sudah lama tulisan ini saya buat, tapi harus beberapa kali di rubah agar bisa lebih sederhana. Well mari kita mulai.
Saya pribadi sangat berpegang pada sebuah prinsip :
“Baik atau Buruknya sebuah hubungan, tergantung dari siapa saja yang terlibat dalam hubungan tersebut“
Masih ingat dengan tulisan saya yang sebelumnya? (kalau tidak monggo dibaca ulang), bahwa sebuah Omelet itu tergantung dari campuran telurnya. Jika salah satu dari telur itu busuk, maka sebanyak apapun garam, merica, bawang, doa, airmata, tetap saja akan menjadi omelet yang busuk pula! Hal ini berlaku pula dalam sebuah hubungan.
Saya pribadi sangat berpegang pada sebuah prinsip :
“Baik atau Buruknya sebuah hubungan, tergantung dari siapa saja yang terlibat dalam hubungan tersebut“
Masih ingat dengan tulisan saya yang sebelumnya? (kalau tidak monggo dibaca ulang), bahwa sebuah Omelet itu tergantung dari campuran telurnya. Jika salah satu dari telur itu busuk, maka sebanyak apapun garam, merica, bawang, doa, airmata, tetap saja akan menjadi omelet yang busuk pula! Hal ini berlaku pula dalam sebuah hubungan.
Tags
relationship,
vien
June 07, 2010
Pacaran harus saling melengkapi, apakah termasuk saling melengkapi isi kantong?
Kita dan pacar memang harus kompak dan saling melengkapi, beberapa pasangan ada yang memilih melengkapi salah satu finansial sepenuhnya, ada yang sebagian, ada yang saling, dan ada juga yang tidak. Baik untuk kegiatan bersama sehari-hari (makan, hangout, pulsa, dsb) sampai kebutuhan pribadi yang lebih besar (kos/tempat tinggal, belanja, keperluan bulanan, dsb). Itu sepenuhnya hak & kebijakan masing-masing pasangan karena kondisinya bisa sangat relatif.
Bagaimana denganmu? Apakah kamu punya prinsip / batasan-batasan tertentu tentang hal ini?
Bagaimana denganmu? Apakah kamu punya prinsip / batasan-batasan tertentu tentang hal ini?
By
Herlounge
Pacaran harus saling melengkapi, apakah termasuk saling melengkapi isi kantong?
2010-06-07T08:44:00+07:00
Herlounge
finance|relationship|
Comments
Tags
finance,
relationship
May 28, 2010
Post Power Syndrome (PPS)
Pernah tidak punya seorang mantan pacar yang sms kamu dengan bertubi-tubi, marah saat sms tidak dibalas dan mengungkit ungkit masa lalu sewaktu masih in relationship, dan menyiksa kamu secara mental agar mengingat masa lalu yang indah? Jasa-jasa yang telah diberikan? Kehebatan sendiri dibandingkan dengan pacar kamu yang sekarang?
Itulah yang disebut sebagai Post Power Syndrome, terjemahan kerennya sih: keadaan di mana seseorang begitu terjebak pada bayang-bayang kebesaran masa lalunya (kecerdasannya, kecantikannya, keahliannya, kehebatannya, dll). Begitu bangga pada semua jernih payah kerja kerasnya seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada pada saat ini.
Itulah yang disebut sebagai Post Power Syndrome, terjemahan kerennya sih: keadaan di mana seseorang begitu terjebak pada bayang-bayang kebesaran masa lalunya (kecerdasannya, kecantikannya, keahliannya, kehebatannya, dll). Begitu bangga pada semua jernih payah kerja kerasnya seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada pada saat ini.
By
Vien
Post Power Syndrome (PPS)
2010-05-28T00:01:00+07:00
Vien
findingyourself|relationship|vien|
Comments
Tags
findingyourself,
relationship,
vien
February 17, 2010
5 kemungkinan kenapa kamu masih jomblo
Seneng ya kalo pas bulan cinta ini bisa ditemenin pacar, apalagi pacar baru, wuih..pasti lagi hotch-hotchnya. Trus yang jomblo gimana donk?? Yaa..pasti iri dikit lah, hayooo ngaku..
Kenapa ya kok masih jomblo aja? Yuk, coba kita liat kenapa sih sampe bulan cinta tahun ini kamu masih jomblo aja.
Kenapa ya kok masih jomblo aja? Yuk, coba kita liat kenapa sih sampe bulan cinta tahun ini kamu masih jomblo aja.
By
Herlounge
5 kemungkinan kenapa kamu masih jomblo
2010-02-17T23:35:00+07:00
Herlounge
relationship|
Comments
Tags
relationship
February 08, 2010
Bagaimana Merawat Hubungan Supaya Sehat?
Menjalin sebuah hubungan adalah hal yang sulit dilakukan untuk sebagian dari kita, karena untuk mempertahankannya diperlukan usaha terus menerus yang dirasa melelahkan bagi beberapa orang yang kita kenal atau mungkin untuk diri kita sendiri.
Hubungan yang sehat seperti memiliki tubuh dan pikiran yang sehat. Untuk mendapatkan kesehatan yang baik maka kita harus benar-benar memperhatikan jumlah makanan yang masuk, olahraga yang teratur, merawat diri, berdoa dan lain sebagainya.
Merawat diri dan menjaga sebuah hubungan sebetulnya tidak jauh berbeda, tapi sayangnya terkadang kita lupa akan arti sebuah hubungan yang berkualitas. Banyak dari teman dan lingkungan kita yang bangga memiliki banyak mantan pacar atau membanggakan lamanya pacaran dengan pasangannya tapi bila ketemu dengan kita biasanya mereka lagi ribut atau ngambek-ngambekan.
Kalau tadi kita tau bagaimana merawat diri, lalu apa aja sih yang penting untuk merawat hubungan supaya sehat?
Hubungan yang sehat seperti memiliki tubuh dan pikiran yang sehat. Untuk mendapatkan kesehatan yang baik maka kita harus benar-benar memperhatikan jumlah makanan yang masuk, olahraga yang teratur, merawat diri, berdoa dan lain sebagainya.
Merawat diri dan menjaga sebuah hubungan sebetulnya tidak jauh berbeda, tapi sayangnya terkadang kita lupa akan arti sebuah hubungan yang berkualitas. Banyak dari teman dan lingkungan kita yang bangga memiliki banyak mantan pacar atau membanggakan lamanya pacaran dengan pasangannya tapi bila ketemu dengan kita biasanya mereka lagi ribut atau ngambek-ngambekan.
Kalau tadi kita tau bagaimana merawat diri, lalu apa aja sih yang penting untuk merawat hubungan supaya sehat?
By
Genius82
Bagaimana Merawat Hubungan Supaya Sehat?
2010-02-08T22:34:00+07:00
Genius82
genius82|relationship|
Comments
Tags
genius82,
relationship
January 31, 2010
For LOVE or LUST ?
Menjelang bulan Febuari ini, saya banyak berfikir tentang “Hubungan”. What is the secret of building a deeper relationship? Bagaimana supaya saya bisa menikmati sebuah hubungan ?
Ada yang menarik dari 2 kalimat ini :
1. “Hubungan apa yang ingin saya jalani?“, atau..
2. “Saya ingin menjalani apa dalam sebuah hubungan?“
Saya menuliskan ATAU bukan DAN, karena:
Ada yang menarik dari 2 kalimat ini :
1. “Hubungan apa yang ingin saya jalani?“, atau..
2. “Saya ingin menjalani apa dalam sebuah hubungan?“
Saya menuliskan ATAU bukan DAN, karena:
- Nomor 1, saya percaya, jika saya tahu macam apa hubungan yang ingin saya jalani, maka otomatis saya mengetahui saya harus melakukan apa dalam hubungan tersebut..
- Nomor 2, saya percaya, meski saya tahu apa yang harus saya jalani dalam sebuah hubungan, belum tentu otomatis hubungan itu sesuai dengan apa yang saya inginkan terjalani.
Tags
relationship,
vien
January 12, 2010
Apa sih kekerasan verbal dalam hubungan? Seperti apa ciri-cirinya?
Verbal abuse atau kekerasan verbal adalah bentuk lain dari kekerasan yang sering juga terjadi dalam hubungan. Beberapa contohnya:
Situasi-situasi kekerasan verbal seringkali lebih dikenali dan dianggap sebagai permasalahan 'biasa' dalam hubungan. Pelaku kekerasan biasanya tidak menyadari kecenderungan sikap mereka dan justru menyalahkan pasangannya sebagai penyebab mengapa dia bersikap seperti itu. Korban kekerasan verbal sering berpikir bahwa perlakuan yang ia terima disebabkan oleh sesuatu pada dirinya atau yang ia lakukan yang mengakibatkan pasangannya menjadi marah, kasar, menjauh, kehilangan kepercayaan dsb.
Beberapa kategori kekerasan verbal antara lain:
Kekerasan verbal lebih sulit dikenali antara lain karena beberapa hal berikut:
Dari sumber: ini dan ini
- Memanggil dengan nama panggilan yang diskriminatif (warna kulit, ras, kecerdasan, bentuk badan, kebiasaan, kelemahan, jenis hewan, dll)
- Terus menerus memberi komentar menghina tentang pakaian, penampilan, teman, pekerjaan, dll. yang jelas-jelas menyinggungmu atau kamu bahkan sudah memintanya untuk berhenti.
- Memaki, membentak, mengejek.
- Menggunakan nada suara tertentu yang terkesan merendahkan / mencemooh.
- Terus-menerus memposisikan dirimu dibawahnya, apapun yang kamu lakukan tidak pernah cukup buatnya.
- Membesar-besarkan atau terus-menerus mengingatkanmu akan kelemahan, kekurangan, kegagalan di masa lalu, dll.
- Mengucapkan hal-hal yang bisa memanipulasi, menekan, atau memaksamu untuk merasa bersalah, tersakiti, dan bahkan trauma.
Situasi-situasi kekerasan verbal seringkali lebih dikenali dan dianggap sebagai permasalahan 'biasa' dalam hubungan. Pelaku kekerasan biasanya tidak menyadari kecenderungan sikap mereka dan justru menyalahkan pasangannya sebagai penyebab mengapa dia bersikap seperti itu. Korban kekerasan verbal sering berpikir bahwa perlakuan yang ia terima disebabkan oleh sesuatu pada dirinya atau yang ia lakukan yang mengakibatkan pasangannya menjadi marah, kasar, menjauh, kehilangan kepercayaan dsb.
Beberapa kategori kekerasan verbal antara lain:
- Menolak untuk berbagi informasi, menunjukkan empati maupun mendengarkan.
- Menyerang / menentang. Perasaan dominasi menyebabkan kecenderungan untuk selalu menentang atau mengoreksi perkataan dan perlakuan pasangannya. Memotong di tengah pembicaraan atau bahkan tidak memperbolehkan pasangan untuk mengungkapkan pemikirannya termasuk beberapa ciri-cirinya.
- Menyangkal dan mengalihkan persepsi pasangannya dari kenyataan situasi kekerasan verbal.
- Kekerasan berbalut humor. Seringkali komentar-komentar yang kental akan kekerasan verbal diatasnamakan humor dan disampaikan dengan sangat cantik. Tetapi pada intinya komentar-komentar itu ditujukan untuk menyerang dan menjatuhkan pertahanan seseorang.
- Membatasi dan mengalihkan. Seringkali pelaku kekerasan menolak untuk berkomunikasi, membatasi apa saja yang boleh dibahas, atau menyembunyikan informasi. Hal ini dilakukan dengan sengaja untuk menghindarkan dari solusi.
- Menuduh dan melempar kesalahan. Ini seringkali dilakukan dengan cara mempersalahkan pasangan bahwa telah melanggar batasan-batasan tertentu dalam hubungan yang sudah mereka buat bersama, mengakibatkan situasi berbalik sehingga pelaku diatas angin.
- Men-judge dan mengkritik. Pelaku kekerasan verbal seringkali Men-judge pasangannya dan menyampaikannya dengan cara yang kritis. Jika pasangannya berkeberatan ia akan berkelit bahwa hal itu dilakukan demi kebaikannya, padahal sesungguhnya itu merupakan bentuk ketidakmampuannya untuk menerima pasangannya.
- Membuat segala sesuatu seolah menjadi tidak berharga / tidak penting. Terkadang ini akan membingungkan pasangannya, apakah pasangannya sudah menyampaikan dengan jelas mengenai beberapa hal yang penting bagi dia.
- Meremehkan. Menjatuhkan mental dengan komentar-komentar yang meremehkan.
- Mengancam. Ini adalah bentuk klasik kekerasan verbal yang dilakukan dengan memanipulasi pasangannya dengan membawa ketakutan terbesarnya. Ini termasuk mengancam untuk meninggalkan (pergi, bunuh diri, putus, dsb.) atau akan meningkatkan perilaku kekerasannya.
- Memanggil dengan nama-panggilan yang diskriminatif (warna kulit, ras, kecerdasan, bentuk badan, kebiasaan, kelemahan, jenis hewan, dll) yang berdampak pada kepercayaan diri pasangannya.
- Melupakan. Orang sewajarnya sesekali lupa, tapi pelaku kekerasan secara konsisten selalu lupa. Ia seringkali lupa akan insiden kekerasan yang telah dilakukannya dan juga sering melupakan janji-janji yang telah dibuat yang mempunyai arti besar bagi pasangannya.
- Memerintah / menyuruh-nyuruh adalah satu lagi tipe klasik kekerasan verbal. Hal ini adalah bentuk ketidaksetaraan atau dominasi yang berlebihan.
- Penyangkalan. Meskipun tiap bentuk kekerasan verbal memiliki dampak yang berbahaya, penyangkalan adalah yang paling berbahaya karena dampaknya dapat bertahap dan menyangkal realita pasangannya. Bahkan, pelaku kekerasan verbal bisa menyebutkan banyak alasan dan tetap bersikeras bahwa ia tidak melakukan kekerasan verbal.
Kekerasan verbal lebih sulit dikenali antara lain karena beberapa hal berikut:
- Tidak meninggalkan bukti secara fisik.
- Biasanya hanya terjadi dalam lingkup privat, misalkan hanya saat berduaan, sehingga tidak ada saksi.
- Pada saat dalam lingkup publik pelaku menunjukkan perilaku yang baik, sopan dan wajar sehingga orang tidak menyangka ada kecenderungan melakukan kekerasan verbal.
- Persepsi yang salah akibat kurang informasi yang menganggap bahwa perilaku pelaku merupakan watak bawaan dan seharusnya dimengerti / diterima apa adanya.
- Kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai verbal abuse sehingga dianggap permasalahan biasa / sepele dalam hubungan.
- Kurang terbuka terhadap hubungan yang dijalani / menutup-nutupi dari sahabat maupun orang lain.
- Seringkali mengatasnamakan konteks humor.
Dari sumber: ini dan ini
Tags
relationship,
verbalabuse
October 08, 2009
Seberapa jauh kita perlu membantu pasangan?
Kita merasa bahagia saat kita merasa dibutuhkan dan bisa membantu, apalagi saat kita bisa membantu pasangan kita melakukan/melewati sesuatu atau memenuhi kebutuhannya dalam berbagai hal. Pertanyaannya, seberapa jauh kita 'perlu' membantu?
Tags
relationship
September 13, 2009
Cerita tentang "kemana" dan "siapa"
A) Pergi sama siapa, kemana?
atau
B) Pergi kemana, sama siapa?
...................................................................................................
Apa bedanya?
Ini memang hal sepele, tapi bakal bikin perbedaan besar dalam hidup lo..
A) Pergi sama siapa, kemana?
Tujuan lo tergantung sama siapa lo pergi, berarti bisa jadi tujuan lo berubah-ubah kalo lo gonta-ganti temen pergi. Lo ga bisa nentuin tujuan lo duluan karna lo harus nunggu sama siapa lo bakal pergi, dan seringkali waktu lo habis buat nungguin kepentingan orang lain yang sebenernya ngga perlu lo jalanin.
B) Pergi kemana, sama siapa?
Lo udah nentuin tujuan lo dari awal, lo nyari orang yang sama-sama mau pergi ke tujuan yang sama. Tujuan lo ga akan berubah meskipun lo gonta-ganti temen pergi. Lo bisa berangkat duluan meskipun blom ada temen karna lo bisa nyari temen sambil jalan, dan lo ngga perlu ngejalanin hal-hal yang ga penting buat lo.
Selama ini lo cenderung yang mana?
Cerita sedikit knapa & gimana rasanya ya?
Diambil dari Facebook notes
atau
B) Pergi kemana, sama siapa?
...................................................................................................
Apa bedanya?
Ini memang hal sepele, tapi bakal bikin perbedaan besar dalam hidup lo..
A) Pergi sama siapa, kemana?
Tujuan lo tergantung sama siapa lo pergi, berarti bisa jadi tujuan lo berubah-ubah kalo lo gonta-ganti temen pergi. Lo ga bisa nentuin tujuan lo duluan karna lo harus nunggu sama siapa lo bakal pergi, dan seringkali waktu lo habis buat nungguin kepentingan orang lain yang sebenernya ngga perlu lo jalanin.
B) Pergi kemana, sama siapa?
Lo udah nentuin tujuan lo dari awal, lo nyari orang yang sama-sama mau pergi ke tujuan yang sama. Tujuan lo ga akan berubah meskipun lo gonta-ganti temen pergi. Lo bisa berangkat duluan meskipun blom ada temen karna lo bisa nyari temen sambil jalan, dan lo ngga perlu ngejalanin hal-hal yang ga penting buat lo.
Selama ini lo cenderung yang mana?
Cerita sedikit knapa & gimana rasanya ya?
Diambil dari Facebook notes
By
Herlounge
Cerita tentang "kemana" dan "siapa"
2009-09-13T04:41:00+07:00
Herlounge
relationship|
Comments
Tags
relationship
Cerita tentang tujuan hidup & masa depan
Tulisan ini diinspirasi oleh seorang temen yang mendadak curhat pagi-pagi buta (you probably know who you are...ahaha), bukan masalah curhat-pagi-pagi-buta nya tapi apa yang kita bicarain berdua di pagi buta itu. Gw ga sempet nyampein banyak karna dia keburu tepar duluan...hahaha...tapi gw jadi kepikiran sejak itu..
Seringkali banyak dari kita merasa hubungan lesbian ngga ada tujuannya, ngga ada masa depannya. Yang kebanyakan kita bayangin kira-kira begini: pacaran - pacaran serius - tinggal bareng - tunangan - probably getting married somewhere somehow - then, mungkin ada yang mau nyoba hamil atau adopsi anak. But, does that life-scenario applies to us ALL?
Ngga ada salahnya kalo memang itu yang bener-bener kita mau, tapi dengan itu pun terbukti kalo hubungan ini ada masa depannya kan? Kita bisa punya keluarga dalam versi kita sendiri, dan kalo memang itu tujuannya, do something to make it come true!
Tujuan hidup dan masa depan ngga diatur berdasarkan orientasi seksual kita, bukan juga berdasarkan kemampuan, darimana kita berasal atau dimana kita tinggal sekarang; Tapi oleh keinginan kita sendiri.
updated: March 12, 2010
Seringkali banyak dari kita merasa hubungan lesbian ngga ada tujuannya, ngga ada masa depannya. Yang kebanyakan kita bayangin kira-kira begini: pacaran - pacaran serius - tinggal bareng - tunangan - probably getting married somewhere somehow - then, mungkin ada yang mau nyoba hamil atau adopsi anak. But, does that life-scenario applies to us ALL?
Ngga ada salahnya kalo memang itu yang bener-bener kita mau, tapi dengan itu pun terbukti kalo hubungan ini ada masa depannya kan? Kita bisa punya keluarga dalam versi kita sendiri, dan kalo memang itu tujuannya, do something to make it come true!
Tujuan hidup dan masa depan ngga diatur berdasarkan orientasi seksual kita, bukan juga berdasarkan kemampuan, darimana kita berasal atau dimana kita tinggal sekarang; Tapi oleh keinginan kita sendiri.
updated: March 12, 2010
By
Herlounge
Cerita tentang tujuan hidup & masa depan
2009-09-13T04:39:00+07:00
Herlounge
relationship|selfimprovement|
Comments
Tags
relationship,
selfimprovement
March 27, 2009
Melepaskan Hubungan Yang Tidak Sehat
Tahapan ini pasti kita lalui dalam setiap hubungan, entah sadar atau tidak. Masa-masa ini adalah masa dimana pacaran tak lagi seindah dulu, kata-kata manis perlahan berubah menjadi pahit, masalah seolah datang bertubi-tubi dan tak ada habisnya. Tenaga, pikiran dan waktu habis tapi situasi tak kunjung membaik. Seringkali bahkan terlintas, rasanya ingin menjomblo lagi saja, atau malah rasanya seperti sudah salah memilih orang. Ini jelas ada sesuatu yang tidak beres.
Sebelum semuanya semakin berantakan, berhentilah dulu sejenak, tenangkan hati dan pikiran. Ambil waktu dimana kamu merasa siap, kesampingkan ego dan emosi agar bisa melihat permasalahan secara netral dan menyeluruh.
Perubahan melibatkan dua belah pihak, dan ini adalah sebuah proses panjang. Seberapa panjangnya tergantung dari kesiapan dan kemauan kedua belah pihak untuk mewujudkannya. Tapi bukan berarti saling tergantung satu sama lain. Sebuah hubungan adalah ikatan dua individu yang berbeda yang terpisah namun melihat pada visi yang sama.
Kamu harus ingat, bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginanmu, dan bahwa ada hal-hal yang tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. Kamu boleh berusaha sekuat tenaga tapi pada akhirnya kamu harus tau kapan harus berhenti.
Saling ketergantungan, khususnya dalam membuat keputusan, tidak akan menyelamatkan suatu hubungan. Sebaliknya, akan membuatnya semakin tenggelam.
Saat kita sedang dalam posisi ini, memang sepertinya sulit sekali untuk keluar dari semua masalah yang ada, bahkan sepertinya tidak mungkin melepaskan diri dari pasangan kita. Kita hanya mau dia, tapi kita ingin keadaan berubah membaik.
Sesungguhnya segala kesulitan yang ada hanyalah ilusi emosional. Kita terjebak dalam 'kebiasaan' bersama dia, keberadaannya, rasa yang dia timbulkan dan berbagai hal yang kita bagi bersamanya. Hidup terasa hancur, semua hal tak lagi berarti, hari-hari hanyalah derita tanpa henti.
Hubungan yang baik akan selalu membaik dan membaik, sesulit apapun situasi yang dihadapi. Sebaliknya, hubungan yang kurang baik akan semakin memburuk meskipun hanya dihadapkan pada masalah kecil. Jauh di dalam hatimu, kamu tahu.
Kenyataan memang seringkali pahit, tapi percayalah itu selalu yang terbaik. Menyelamatkan diri bukanlah egoisme. Seringkali menyelamatkan diri juga berarti menyelamatkan orang lain. Kebahagiaan dan kemauan tidak bisa dipaksakan.
Berdamailah dengan dirimu sendiri. Cukup. Sudah saatnya melepaskan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi percayalah semua akan baik-baik saja.
Sebelum semuanya semakin berantakan, berhentilah dulu sejenak, tenangkan hati dan pikiran. Ambil waktu dimana kamu merasa siap, kesampingkan ego dan emosi agar bisa melihat permasalahan secara netral dan menyeluruh.
Perubahan melibatkan dua belah pihak, dan ini adalah sebuah proses panjang. Seberapa panjangnya tergantung dari kesiapan dan kemauan kedua belah pihak untuk mewujudkannya. Tapi bukan berarti saling tergantung satu sama lain. Sebuah hubungan adalah ikatan dua individu yang berbeda yang terpisah namun melihat pada visi yang sama.
Kamu harus ingat, bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginanmu, dan bahwa ada hal-hal yang tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. Kamu boleh berusaha sekuat tenaga tapi pada akhirnya kamu harus tau kapan harus berhenti.
Saling ketergantungan, khususnya dalam membuat keputusan, tidak akan menyelamatkan suatu hubungan. Sebaliknya, akan membuatnya semakin tenggelam.
Saat kita sedang dalam posisi ini, memang sepertinya sulit sekali untuk keluar dari semua masalah yang ada, bahkan sepertinya tidak mungkin melepaskan diri dari pasangan kita. Kita hanya mau dia, tapi kita ingin keadaan berubah membaik.
Sesungguhnya segala kesulitan yang ada hanyalah ilusi emosional. Kita terjebak dalam 'kebiasaan' bersama dia, keberadaannya, rasa yang dia timbulkan dan berbagai hal yang kita bagi bersamanya. Hidup terasa hancur, semua hal tak lagi berarti, hari-hari hanyalah derita tanpa henti.
Hubungan yang baik akan selalu membaik dan membaik, sesulit apapun situasi yang dihadapi. Sebaliknya, hubungan yang kurang baik akan semakin memburuk meskipun hanya dihadapkan pada masalah kecil. Jauh di dalam hatimu, kamu tahu.
Kenyataan memang seringkali pahit, tapi percayalah itu selalu yang terbaik. Menyelamatkan diri bukanlah egoisme. Seringkali menyelamatkan diri juga berarti menyelamatkan orang lain. Kebahagiaan dan kemauan tidak bisa dipaksakan.
Berdamailah dengan dirimu sendiri. Cukup. Sudah saatnya melepaskan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi percayalah semua akan baik-baik saja.
By
Herlounge
Melepaskan Hubungan Yang Tidak Sehat
2009-03-27T01:42:00+07:00
Herlounge
moveon|relationship|
Comments
Tags
moveon,
relationship
February 24, 2009
Sharing: Long Distance Relationship
Ini sebenernya bukan untuk memberi tips dalam menyiasati LDR, tapi lebih ke pengalaman pribadi gw tentang LDR itu sendiri. Menurut gw gak ada tips yang pasti buat sebuah hubungan, mungkin tips-tips yang udah ada bisa aja menjadi masukan tapi semua itu tidak menjamin LDR itu sendiri bisa bertahan.
Seumur hidup gw, gw baru pacaran 2 kali sama perempuan.. dan dua-dua'nya LDR. Gw selama ini gak pernah meragukan kekuatan """CINTA"""" tapi setelah gw jalanin ternyata cinta doang gak cukup untuk menjadi fondasi suatu hubungan. Gw bisa dibilang orang yang konservatif, orang yang sangat menjunjung tinggi arti "komitmen". Karena gw gak pernah memulai suatu hubungan kalau gw gak bener-bener yakin sama pilihan gw, bukan berarti juga orang lain sembarangan dalam memilih pasangannya...tapi dari pengamatan gw selama ini banyak juga teman-teman "Belokers" *atau sebutan lainnya* yang gampang banget mengumbar kata-kata cinta. Tapi gw gak yakin itu cinta atau cuma napsu, napsu yang gw maksud adalah ... baru suka tapi mereka udah mengasumikan rasa 'suka' itu jadi cinta.
Kalau dikaitkan dengan LDR, kita harus ngerti dulu apa arti 'komitmen' itu sendiri...sebenernya bukan hanya LDR yang butuh mengerti tentang komitmen karena menurut gw suatu hubungan itu gak akan berjalan seiringan kalau kita sendiri gak ngerti arti dari komitmen itu sendiri. Kenapa gw lebih menekan di LDR karena hubungan jarak jauh itu jauh lebih rumit dibandingkan hubungan jarak dekat. Awal-awal sih gak ada masalah, tapi lama kelamaan masalah akan muncul satu persatu. Gw bukannya mau patahin semangat teman-teman yang sedang jalanin hubungan jarak jauh.. tapi it will never be enough for LDR. Sebelum memutuskan untuk memulai hubungan jarak jauh, pastiin hati dan pikiran kalian.. apakah kalian sanggup untuk menerima resikonya. Kalau kalian mantap dengan semua itu, go for it.. karena hubungan itu bukan hanya satu pihak yang jalanin... tapi kedua belah pihak harus sama-sama punya hati yang satu. Mungkin kedengerannya serius banget sampe harus segitu dipikirinnya, tapi gw yakin semua orang gak ada yang mau disakitin jadi akan lebih baik kita udah siapin resiko terburuknya dulu baru melangkah.. karena saat kita yakin maka apapun hasil'nya nanti kita akan lebih tegar menerima kenyataan yang ada di depan.
Kendala-kendala LDR adalah, waktu dan biaya. Kalau cuma beda kota doang mungkin bisa aja diusahain untuk dateng sekali-kali, telpon pun pasti'nya lebih terjangkau kalau cuma domestic call. Sebaliknya kalau beda negara itu yang rumit, perbedaan waktu misalkan...kalau cuma beda 2-3 jam sih masih bisa'lah kita usahain tahan-tahan ngantuk atau usahain untuk atur-atur waktu buat janjian chatting atau telp. Nah gimana kalau misalkan beda'nya udah lebih dari 5 jam keatas, pastinya itu akan jadi kendala juga buat komunikasi. Untuk ketemuan pun cuma bisa 1-2x dalam 1thn kecuali kalau kita punya banyak uang ya itu beda kasus lagi. Sebelumnya gf gw anak jakarta, sedangkan gw di Korea kalau perbedaan waktu sih gak begitu masalah karena cuma beda 2 jam antara Korea dan Jakarta. Tapi kalau ketemu lebih dari 2x dalam 1thn itu susah buat gw, itupun udah irit2 bener buat nabung beli tiket ke Jakarta. Belum lagi biaya diri kita sendiri buat spend time sama pasangan kita pas ketemu, karena jarang-jarang bisa ketemuan pastinya kita pingin spend special moment sama pasangan kita'kan jadi otomatis kita harus perkirakan berapa banyak pengeluaran yang kita butuh untuk semua itu. Kita punya ekspektasi dari pasangan kita, pasangan kita pun pasti begitu..terkadang seberapa kita toleransi sama keadaan tapi ada aja yang kurang dari apa yang sudah kita berikan. Selama gw jalanin LDR kemarin, gw gk pernah lepas dari komunikasi.. justru sebisa mungkin gw telp pacar gw tiap hari biar dia gak ngerasa kalau gw tuh jauh dari dia, tapi sebaliknya gw pingin dia ngerasa kalau gw selalu siap buat dia dalam keadaan senang ataupun sedih. Tapi ada kalanya telp, chatting, tidak akan pernah sama dengan arti sebuah "kehadiran".
Tapi bukan berarti semua LDR gagal, ada aja kok yang sukses...tapi itu harus bener-bener punya fondasi yang kuat dalam berkomitmen. Gimanapun gw percaya cinta itu sanggup mengalahkan masalah sebesar apapun asalkan kita punya fondasi yang kuat, yakin apa yang sudah kita pilih dan berusaha semaksimal kita untuk mempertahankan apa yang menjadi mimpi yang ingin kita bangun bersama pasangan kita. Karena ditengah-tengah perjalanan itu akan ada saat-saatnya kita jenuh dengan sekedar menanti, ada waktu'nya ego kita akan mendominasi dan jadi sangat posesif dan sering menuntut hal-hal yang sebenernya sepele. Disitulah ujian dari LDR, bagaimana kita bisa berpikir dengan logika kita, sabar menahan tekanan-tekanan, dan mencoba mencari solusi yang terbaik untuk sama-sama mempertahankan hubungan itu. Semua itu juga gak akan berhasil kalau cuma 1 pihak, tetap harus dijalankan oleh kedua belah pihak. Seberapa kita berkorban, mempertahankan, bersabar, tapi kalau tidak ada pengertian dari sisi yang satu lagi semua itu akan tetap berat untuk dijalanin.
Waduh sepertinya panjang banget nih bagi-bagi pengalamannya, mungkin saatnya gw untuk berhenti disini. Sekali lagi, ini hanya pengalaman yang gw alamin.. yang gw rasain, dan sesuatu yang bisa gw bagi buat teman-teman yang suka baca blog ini. Semoga pengalaman gw bisa jadi masukan buat teman-teman yang sedang menjalani LDR atau yang lagi berpikiran untuk mencoba LDR. Gw juga gak mau bilang kalau LDR itu gak worth it untuk dijalanin, tapi setidaknya yakinin diri kalian sebelum kalian memulai semuanya. Mungkin gak cuma LDR tapi hubungan jarak dekat pun begitu, jangan salah gunakan kata 'Cinta' kalau memang kita gak bener-bener rasain, karena perkataanmu adalah tanggung jawabmu. Setiap perkataan yang kita ucapin pastinya punya dampak buat seseorang, jangan anggap remeh sesuatu karena sekecil apapun masalah itu bisa menjadi besar saat kita gak ngerti titik kesalahanya dimana. Semoga apapun yang teman-teman jalankan, teman-teman tahu benar apa yang menjadi tujuan dan maksud yang kalian putuskan. Sekian dari gw, buat gw kebahagiaan itu akan terasa sempurna saat kita merasakan "dicintai dan mencintai secara tulus".... maka cintailah pasanganmu dengan tulus, dan pertahankan apa yang sudah ada karena kadang kala mempertahankan sesuatu itu tidak lebih mudah dari memulai sesuatu yang baru.
Regards,
Chubby
Seumur hidup gw, gw baru pacaran 2 kali sama perempuan.. dan dua-dua'nya LDR. Gw selama ini gak pernah meragukan kekuatan """CINTA"""" tapi setelah gw jalanin ternyata cinta doang gak cukup untuk menjadi fondasi suatu hubungan. Gw bisa dibilang orang yang konservatif, orang yang sangat menjunjung tinggi arti "komitmen". Karena gw gak pernah memulai suatu hubungan kalau gw gak bener-bener yakin sama pilihan gw, bukan berarti juga orang lain sembarangan dalam memilih pasangannya...tapi dari pengamatan gw selama ini banyak juga teman-teman "Belokers" *atau sebutan lainnya* yang gampang banget mengumbar kata-kata cinta. Tapi gw gak yakin itu cinta atau cuma napsu, napsu yang gw maksud adalah ... baru suka tapi mereka udah mengasumikan rasa 'suka' itu jadi cinta.
Kalau dikaitkan dengan LDR, kita harus ngerti dulu apa arti 'komitmen' itu sendiri...sebenernya bukan hanya LDR yang butuh mengerti tentang komitmen karena menurut gw suatu hubungan itu gak akan berjalan seiringan kalau kita sendiri gak ngerti arti dari komitmen itu sendiri. Kenapa gw lebih menekan di LDR karena hubungan jarak jauh itu jauh lebih rumit dibandingkan hubungan jarak dekat. Awal-awal sih gak ada masalah, tapi lama kelamaan masalah akan muncul satu persatu. Gw bukannya mau patahin semangat teman-teman yang sedang jalanin hubungan jarak jauh.. tapi it will never be enough for LDR. Sebelum memutuskan untuk memulai hubungan jarak jauh, pastiin hati dan pikiran kalian.. apakah kalian sanggup untuk menerima resikonya. Kalau kalian mantap dengan semua itu, go for it.. karena hubungan itu bukan hanya satu pihak yang jalanin... tapi kedua belah pihak harus sama-sama punya hati yang satu. Mungkin kedengerannya serius banget sampe harus segitu dipikirinnya, tapi gw yakin semua orang gak ada yang mau disakitin jadi akan lebih baik kita udah siapin resiko terburuknya dulu baru melangkah.. karena saat kita yakin maka apapun hasil'nya nanti kita akan lebih tegar menerima kenyataan yang ada di depan.
Kendala-kendala LDR adalah, waktu dan biaya. Kalau cuma beda kota doang mungkin bisa aja diusahain untuk dateng sekali-kali, telpon pun pasti'nya lebih terjangkau kalau cuma domestic call. Sebaliknya kalau beda negara itu yang rumit, perbedaan waktu misalkan...kalau cuma beda 2-3 jam sih masih bisa'lah kita usahain tahan-tahan ngantuk atau usahain untuk atur-atur waktu buat janjian chatting atau telp. Nah gimana kalau misalkan beda'nya udah lebih dari 5 jam keatas, pastinya itu akan jadi kendala juga buat komunikasi. Untuk ketemuan pun cuma bisa 1-2x dalam 1thn kecuali kalau kita punya banyak uang ya itu beda kasus lagi. Sebelumnya gf gw anak jakarta, sedangkan gw di Korea kalau perbedaan waktu sih gak begitu masalah karena cuma beda 2 jam antara Korea dan Jakarta. Tapi kalau ketemu lebih dari 2x dalam 1thn itu susah buat gw, itupun udah irit2 bener buat nabung beli tiket ke Jakarta. Belum lagi biaya diri kita sendiri buat spend time sama pasangan kita pas ketemu, karena jarang-jarang bisa ketemuan pastinya kita pingin spend special moment sama pasangan kita'kan jadi otomatis kita harus perkirakan berapa banyak pengeluaran yang kita butuh untuk semua itu. Kita punya ekspektasi dari pasangan kita, pasangan kita pun pasti begitu..terkadang seberapa kita toleransi sama keadaan tapi ada aja yang kurang dari apa yang sudah kita berikan. Selama gw jalanin LDR kemarin, gw gk pernah lepas dari komunikasi.. justru sebisa mungkin gw telp pacar gw tiap hari biar dia gak ngerasa kalau gw tuh jauh dari dia, tapi sebaliknya gw pingin dia ngerasa kalau gw selalu siap buat dia dalam keadaan senang ataupun sedih. Tapi ada kalanya telp, chatting, tidak akan pernah sama dengan arti sebuah "kehadiran".
Tapi bukan berarti semua LDR gagal, ada aja kok yang sukses...tapi itu harus bener-bener punya fondasi yang kuat dalam berkomitmen. Gimanapun gw percaya cinta itu sanggup mengalahkan masalah sebesar apapun asalkan kita punya fondasi yang kuat, yakin apa yang sudah kita pilih dan berusaha semaksimal kita untuk mempertahankan apa yang menjadi mimpi yang ingin kita bangun bersama pasangan kita. Karena ditengah-tengah perjalanan itu akan ada saat-saatnya kita jenuh dengan sekedar menanti, ada waktu'nya ego kita akan mendominasi dan jadi sangat posesif dan sering menuntut hal-hal yang sebenernya sepele. Disitulah ujian dari LDR, bagaimana kita bisa berpikir dengan logika kita, sabar menahan tekanan-tekanan, dan mencoba mencari solusi yang terbaik untuk sama-sama mempertahankan hubungan itu. Semua itu juga gak akan berhasil kalau cuma 1 pihak, tetap harus dijalankan oleh kedua belah pihak. Seberapa kita berkorban, mempertahankan, bersabar, tapi kalau tidak ada pengertian dari sisi yang satu lagi semua itu akan tetap berat untuk dijalanin.
Waduh sepertinya panjang banget nih bagi-bagi pengalamannya, mungkin saatnya gw untuk berhenti disini. Sekali lagi, ini hanya pengalaman yang gw alamin.. yang gw rasain, dan sesuatu yang bisa gw bagi buat teman-teman yang suka baca blog ini. Semoga pengalaman gw bisa jadi masukan buat teman-teman yang sedang menjalani LDR atau yang lagi berpikiran untuk mencoba LDR. Gw juga gak mau bilang kalau LDR itu gak worth it untuk dijalanin, tapi setidaknya yakinin diri kalian sebelum kalian memulai semuanya. Mungkin gak cuma LDR tapi hubungan jarak dekat pun begitu, jangan salah gunakan kata 'Cinta' kalau memang kita gak bener-bener rasain, karena perkataanmu adalah tanggung jawabmu. Setiap perkataan yang kita ucapin pastinya punya dampak buat seseorang, jangan anggap remeh sesuatu karena sekecil apapun masalah itu bisa menjadi besar saat kita gak ngerti titik kesalahanya dimana. Semoga apapun yang teman-teman jalankan, teman-teman tahu benar apa yang menjadi tujuan dan maksud yang kalian putuskan. Sekian dari gw, buat gw kebahagiaan itu akan terasa sempurna saat kita merasakan "dicintai dan mencintai secara tulus".... maka cintailah pasanganmu dengan tulus, dan pertahankan apa yang sudah ada karena kadang kala mempertahankan sesuatu itu tidak lebih mudah dari memulai sesuatu yang baru.
Regards,
Chubby
Tags
ldr,
relationship
January 21, 2009
Hormon Bikin Perempuan Berani Selingkuh
Amelia Ayu Kinanti - detikhot

Jakarta Emosi perempuan bisa berubah dengan cepat. Bahkan mereka terkadang bisa berubah menjadi agresif dan hobi menggoda juga selingkuh. Penyebabnya adalah hormon.
Hormon estrogen atau biasa disebut sebagai hormon perempuan ternyata berpengaruh banyak terhadap tindak-tanduk perempuan. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Kristina Durante dari Universitas Texas, Austin, Amerika Serikat yang dikutip detikhot dari Fox News, Rabu (21/1/2009). Menurutnya estrogen dapat membuat perempuan merasa lebih menarik.
Kesimpulan itu ditarik Kristina dari penelitian yang dilakukannya. Sebanyak 52 perempuan dijadikan obyek dalam penelitian tersebut. Semua perempuan tadi diukur kadar estrogennya. Kemudian mereka diwajibkan untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai dirinya.
Dalam penelitian itu terlihat bahwa perempuan yang memiliki jumlah estrogen yang lebih tinggi biasanya lebih menganggap dirinya menarik. Mereka lebih agresif, memikirkan penampilan, bahkan berani menggoda.
Dalam penelitian itu juga terungkap, perempuan pada saat hormon estrogen bisa memancing perempuan untuk tidak setia. Saat hormonya sedang tinggi, perempuan suka merasa hambar akan hubungannya dengan pasangan. Mereka pun cenderung mencari pria yang lebih 'menantang'. Duh!(kee/kee)
Dikutip dari : detik.com
Naaahhh masih tentang tema target, bagi yang menargetkan untuk tidak selingkuh dari perempuan2 terkasih kalian, walaupun penelitian bersifat hormonal, itu bukan alasan untuk selingkuh yaaaa...karena wanita cenderung memakai perasaan ketika berselingkuh. Jika tidak mau kehilangan si belahan jiwa, jangan coba2! korban dari perselingkuhan sudah tak terhitung lagi...
Hormon estrogen atau biasa disebut sebagai hormon perempuan ternyata berpengaruh banyak terhadap tindak-tanduk perempuan. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Kristina Durante dari Universitas Texas, Austin, Amerika Serikat yang dikutip detikhot dari Fox News, Rabu (21/1/2009). Menurutnya estrogen dapat membuat perempuan merasa lebih menarik.
Kesimpulan itu ditarik Kristina dari penelitian yang dilakukannya. Sebanyak 52 perempuan dijadikan obyek dalam penelitian tersebut. Semua perempuan tadi diukur kadar estrogennya. Kemudian mereka diwajibkan untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai dirinya.
Dalam penelitian itu terlihat bahwa perempuan yang memiliki jumlah estrogen yang lebih tinggi biasanya lebih menganggap dirinya menarik. Mereka lebih agresif, memikirkan penampilan, bahkan berani menggoda.
Dalam penelitian itu juga terungkap, perempuan pada saat hormon estrogen bisa memancing perempuan untuk tidak setia. Saat hormonya sedang tinggi, perempuan suka merasa hambar akan hubungannya dengan pasangan. Mereka pun cenderung mencari pria yang lebih 'menantang'. Duh!(kee/kee)
Dikutip dari : detik.com
Naaahhh masih tentang tema target, bagi yang menargetkan untuk tidak selingkuh dari perempuan2 terkasih kalian, walaupun penelitian bersifat hormonal, itu bukan alasan untuk selingkuh yaaaa...karena wanita cenderung memakai perasaan ketika berselingkuh. Jika tidak mau kehilangan si belahan jiwa, jangan coba2! korban dari perselingkuhan sudah tak terhitung lagi...
By
Si Ulat
Hormon Bikin Perempuan Berani Selingkuh
2009-01-21T23:46:00+07:00
Si Ulat
relationship|
Comments
Tags
relationship
