Showing posts with label community. Show all posts
Showing posts with label community. Show all posts

October 15, 2011

Gender dan Seksualitas Intersex (1)

LGBTIQ. Teman-teman pasti sudah mengetahui kepanjangan dari singkatan tersebut. Akan tetapi jarang sekali informasi yang tersedia tentang bagian "I" didalam LGTIQ. Saat ini saya ingin menulis tentang apa itu Intersex dan apa saja diskriminasi serta tantangan yang telah, sedang dan akan terjadi secara sederhana.

Saya akan membagi Gender dan Seksualitas intersex kedalam 3 Tulisan: Tulisan pertama tentang penjelasan secara apa itu Intersex. Tulisan kedua tentang Diskriminasi-Diskriminasi yang dialami. Tulisan ketiga tentang tantangan Intersex didalam gerakan LGBTIQ.


Intersex secara bagian dapat dibagi kedalam 3 Bagian:

1. Kromosom.

Dimana manusia memiliki 23 pasang kromosom (46 kromosom) tapi untuk intersex memiliki kromosom lebih atau pun kurang.

1.1 Untuk kromosom lebih yaitu 47 kromosom, kita mengenalnya dengan kondisi Klinefelter Syndrome.
1.2 Untuk kromosom kurang, yaitu 46 Kromosom, kita mengenalnya dengan kondisi Turner Syndrome.

2. Organ Kelamin dan Organ Reproduksi

Kondisi ini dibagi dengan 3, yaitu :

2.1 Organ Kelamin Pria dengan Organ Reproduksinya Perempuan.
2.2 Organ Kelamin Perempuan tapi dengan Organ Reproduksinya Pria.
2.3 Mempunyai setengah dari masing masing Organ Kelamin dan Reproduksi, kondisi ini di kenal dengan Hemaprodite Murni.

3. Kondisi Otak

Berdasarkan penemuan dari Dr Henry Benjamin (1950), menemukan di bagian otak kecil manusia di sistem lymbic ada bagian BSTc (Bad Nucleus of the Stria Terminalis) dimana besaran penampang pria 2x lebih besar dari perempuan. Bagian otak ini baru bertumbuh secara maximal pada umur seseorang 3 atau 4 tahun. Dibagian ini lah kesadaran Gender seseorang ada.

Kondisi Henry Benjamis Syndrome atau HBS yang dipunyai oleh Pria NON-Genetic sama persis dengan besaran Pria Genetik, dan besaran Peremuan NON-Genetic sama dengan besaran Perempuan Genetik.

Menurut data, Kondisi HBS 2x lebih banyak dari Klinefelter dan 6x lebih banyak dari Turner. Serta kondisi ini sangat sulit untuk di deteksi dan didiagnosa.

Dari penjelasan diatas maka bisa dipastikan bahwa Intersex adalah KONDISI TUBUH sejak dilahirkan, ia bisa homoseksual, bisa juga heterosexual karena Orientasi Seksual merupakan pilihan.


*bersambung ke tulisan 2


Vien

NOTE : Tulisan ini hanya secara sederhana dari Makalah yang saya buat untuk di presentasikan pada pertemuan Asia Pacific on Reproductive and Sexual Health and Rights di Universitas Gajah Maja ; Yogyakata; 19-22 Oktober 2011. Untuk makalah lengkapnya bisa meminta via Email kepada saya.

September 22, 2011

Tak Semua Perempuan Identik dengan Rok Mini


“Memakai rok itu lebih segar,” kata Phil (Rugrats).

Tak Semua Perempuan Identik dengan Rok Mini

Saya ini perempuan. Dan untuk Bang Foke, saya tidak suka pake rok mini. Ada baiknya kali ini, saya menghadirkan suasana baru lewat angle baru dari kasus ini.

Cukup mengherankan kenapa korban pelecehan pasti selalu dikaitkan dengan rok mini, baju ketat atau seksi... ada pula yang bilang kalau si korban itu ‘terlalu cantik’, makanya diserang. Dari sini, sumber masalah pun belum terlintas. Herannya lagi, orang-orang malas mengaitkannya dengan fakta yang ada di Arab Saudi misalnya. Dan pernah juga di salah satu acara televisi nasional, menampilkan korban pelecehan yang mana dia menggunakan pakaian muslimah. Tentu, hal ini berbanding terbalik dengan yang dikatakan oleh Bupati Aceh Barat. Karena saya percaya pada kekuatan media, lebih baik tidak usah kutip lagi kata-kata beliau.

Ketika saya diberi tahu soal #AksiRokMini atau #SlutWalk seperti yang pernah dilangsungkan di Canada beberapa tahun lalu, saya lumayan tersentak---melihat teman-teman saya yang (menurut saya) agak tomboi (tidak semua memang) memakai rok! I wonder, do they actually have mini skirt before?

September 07, 2011

MEDIA RELEASE: FIRST EVER INTERNATIONAL INTERSEX FORUM

I would like to congratulation our Intersex friends for they first ever Intersex Forum! Below is the Press Release.

Vien




===============================================================================================

MEDIA RELEASE

5 September 2011
Brussels, Belgium


FIRST EVER INTERNATIONAL INTERSEX FORUM
The world’s 1st International Intersex Organising Forum took place in Brussels between 3-5 September 2011. The historic event brought together 24 activists representing 17 intersex organisations from all continents.

Around the world intersex individuals are being subjected to inhumane and degrading altering surgical and hormonal procedures, without consent of the intersex person, at the discretion of doctors and outside legal regulation. This is done to ‘normalise’ genitals and bodies in order to fit intersex people within the sex binary of men and women. Pathologisation of intersex individuals results in gross human rights violations and abuse bodily integrity and personal dignity.

The Forum agreed on the demands aiming to end discrimination against intersex people and to ensure the right of bodily integrity and self-determination:

January 10, 2011

UNDANGAN: Urun Rembuk Agenda Advokasi Masyarakat Sipil di ASEAN, 12 Januari 2011



Tahun ini Indonesia memegang kepemimpinan untuk pertemuan ASEAN, dan untuk itu diperlukan persiapan persiapan yang matang dan baik. Kalau dilihat cara pemerintah mengatasi harga cabe dan wig-nya gayus ditambah cara mengancam menutup layanan sebuah telpon selular (you know what). Kita sangat butuh-butuh melakukan persiapan.

Dengan tulisan ini saya ingin mengetuk organisasi organisasi maupun lembaga yang berkelembagaan LGBTIQ agar ikut berpartisipasi dalam semua persiapan dari awal hingga akhir, bahkan hingga tahun tahun berikutnya. KENAPA? Karena di saat para negara ber-voting ria memasukan hukuman mati karena orientasi seksual di PBB. HANYA di pernyataan ASEAN ini terdapat tulisan mendukung segala macam hak LGBTIQ, tolong diperhatikan: bukan hanya LGBT tapi sudah tercantum LGBTIQ saudara-saudara !! *ini dengan TOA bicaranya* kalau statement seperti ini tidak kita dukung dan kita acuhkan.. apa jadinya oohh apa jadinya teman? (pernyataan resmi ASEAN bisa dibaca di artikel sebelumnya)

December 12, 2010

PERNYATAAN AKHIR ASEAN PEOPLE’S FORUM KE-6 HANOI, VIETNAM, 24-26 SEPTEMBER 2010


Kami, lebih dari 700 delegasi yang mewakili organisasi masyarakat dari negara-negara ASEAN, berkumpul di Forum 6 ASEAN Masyarakat di Hanoi, Vietnam, 24-26 September 2010 dengan tema "Solidaritas dan Aksi untuk ASEAN yang Berorientasi Rakyat" telah membahas dan menyimpulkan sebagai berikut:

Kami menegaskan kembali prinsip-prinsip mendasar dari pembangunan perpusat rakyat yang berkelanjutan, pemerintahan yang demokratis, hak asasi manusia, kedaulatan rakyat, martabat dan kepentingan terbaik dari kelompok yang kurang beruntung dan rentan dalam ekonomi, jenis kelamin sosial, dan keadilan ekologis sehingga dapat membawa perdamaian dan kemakmuran ke wilayah Asia Tenggara.


November 09, 2010

Q Stories


Judul : Q Stories
Diterbitkan oleh : Q-Munity
Harga : Rp 40.000,-



Dalam Q Film Festival 2010, ada kembang api baru yang saya rasakan yaitu sebuah kata “Q LIT”. Dimana saya akhirnya memutuskan untuk mempopulerkan istilah ini, selain istilah “Teen Lit” saya kira kita pun butuh sebuah ruang untuk mendefisinikan buku buku dengan tema LGBT dan “ Q LIT” menurut saya adalah ide Briliant.. 10 jempol untuk panitia QFF atas konsep ini.

Dalam “Q Lit” 2010, ada 2 buku yang di launching, di tambah 1 buah buku “titipan” dari negeri tetangga Malaysia. Tapi saya hanya akan me-review buku favorite saya : Q Stories.

Q Stories, adalah sebuah buku kumpulan 12 cerita pendek dari 12 orang penulis. Masing masing cerita pendek mempunyai sebuah orgasme tersendiri, ada yang menyamakan Vagina dengan lobang di donat, sampai cerita yang berdasarkan cerita nyata dari sepasang pingguin.


May 14, 2010

Hari Buruh 2010 dan Hak LGBTQ

Tepat pada hari May Day, tanggal 1 Mei 2010, saya pun ikut long march sepanjang Bundaran Hotel Indonesia hingga Istana Negara, bergabung dengan para buruh, petani, nelayan, serikat pekerja dari yang mewakili wanita, agama, hingga sebuah nama atau “merk” salah satu perusahaan retail franchise terbesar di Indonesia. Tapi tidak ada satu pun yang mewakili komunitas LGBTQ.

Di dalam sebuah event terbesar yang dirayakan di seluruh dunia, tidak ada yang mewakili komunitas LGBTQ. Padahal banyak sekali hak-hak kita yang dilanggar seenaknya hanya karena orientasi seksual. Terutama bagi teman-teman Butch, Trans, dan Waria adalah yang paling retan terhadap diskriminasi dan ke-marginalan.

Berkaitan dengan beberapa tragedi dalam perjuangan kita, dari ILGA, terror hingga pembubaran paksa Training HAM Waria di Depok, semua terjadi untuk menekan suara kita, di mana menjadi bersuara sebenarnya sangat diperlukan dalam sebuah pergerakan untuk bisa mewujudkan misi dan visi, tidak dengan diam. Dan semakin bersuara kita, semakin kita ditekan oleh sebuah kelompok fundamentalis yang dijadikan alat perpanjangan tangan-tangan nakal di kursi-kursi panas .

Dan tercetuslah sebuah “proyek mimpi” seorang Vien, yang ingin pada MAY DAY 2011 akan long march sepanjang Bundaran Hotel Indonesia hingga Istana Negara, bergabung dan berada di antara Perserikatan Buruh, tapi dengan mengibarkan bendera warna pelangi, lambang LGBTQ, bersama dengan seluruh organisasi LGBTQ se-Indonesia (atau se-Jakarta), dan menolak diskriminasi dalam pekerjaan bagi LGBTQ!

Jadi pada kesempatan ini saya mengajak semua organisasi LGBTQ dan wanita, dan HAM untuk bersatu bersuara meraih dan memperjuangkan hak kita. Juga kepada teman-teman, mari kita berjuang
“ Kita tidak mencari musuh, tapi jika kita dimusuhi maka kita harus melawan!”


LGBTQ pada MAY DAY 2011

May 11, 2010

Gender dan Seksualitas (Media yang Ber-Gender)

Pengertian Kesetaraan dan Keadilan Gender:
  • Kesetaraan gender berarti kondisi yang adil satu tara bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas), serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan struktural, baik terhadap laki-laki maupun perempuan. Kesetaraam lebih dalam maknanya dari hanya kesamaan, karena sama belum tentu setara tapi setara sudah pasti didalamnya terkandung unsur posisi yang sama.
  • Keadilan gender adalah suatu proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki. Dengan keadilan gender berarti tidak ada pembakuan peran, beban ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan maupun laki-laki.
Terwujudnya kesetaran dan keadilan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, dan dengan demikian mereka memiliki akses, kesempatan berpartisipasi, dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan. Memiliki akses dan partisipasi berarti memiliki peluang atau kesempatan untuk menggunakan sumber daya dan memiliki wewenang untuk mengambil keputusan terhadap cara penggunaan dan hasil sumber daya tersebut. Memiliki kontrol berarti memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan atas penggunaan dan hasil sumber daya. Sehingga memperoleh manfaat yang sama dari pembangunan.

May 07, 2010

Gender, Media Massa, dan Hukum

Menjelang awal Mei 2010, kita kembali dibungkam secara paksa oleh Kelompok Fundamentalis yang mengatasnamakan agama, FPI. Di mana FPI menyerbu, memporakporandakan dan membubarkan secara paksa Traning Hak Asasi Manusia bagi teman waria kita di Depok.

Pukul 10.30 saya membuka sebuah situs berita internet yang memasang foto dokumentasi kontes kecantikan waria dengan judul besar “Kontes Waria Dibubar Paksa Oleh FPI”, setelah mengkonfirmasikan berita ini pada teman-teman, saya mendapat penjelasan kalau sama sekali bukan “Kontes Kecantikan”, tapi sebuah traning HAM yang diadakan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk para waria.

Lalu di MetroTv.com dan Indosiar, saya melihat cuplikan berita di mana FPI secara brutal memporakporandakan fasilitas hotel, mencaci maki, dan mengancam para waria. Tapi pihak kepolisian hanya DIAM, tidak mengambil tindakan tegas.

November 17, 2009

PELACUR...

Profesi di atas sama sekali tidak pernah terlintas menjadi hal yang perlu aku pikirkan selama ini. Tapi, tiba-tiba, ketika harus berhadapan dengan mereka dan duduk di satu meja yang sama, otak sayapun mulai bergolak.

Menurut saya, mereka adalah golongan wanita yang berani. Bagaimana tidak, … disaat kaum wanita yang lain harus mikir 1000 kali untuk ditiduri oleh orang lain, mereka berani menghabiskan malam-malam mereka dengan orang yang baru dikenalnya. Belum lagi jika ada pelanggan yang permintaannya aneh-aneh, mau yang posisi ajaib, mau yang pakai acara sadisme pukul memukul, nggak mau pakai kondom, dan lain sebagainya. Terlepas dari alasan mereka untuk melakukan hal tersebut karena butuh uang atau sekedar cari hiburan, kaum pelacur perlu diacungi topi, karena keberaniannya. Terlepas dari semua alasan di atas dan apakah mereka mendapat kepuasan dari melakukan pekerjaan itu, apakah mereka berpura-pura dalam melakukan pengekspresian gairahnya, atau apakah mereka melibatkan emosi dan perasaan mereka dalam melaksanakan kewajibannya, - semua itu hanya individu tersebut yang mengetahuinya – mereka memang punya nyali untuk mau ditiduri oleh klien yang berminat padanya.

Begitu banyak sisi yang bisa dikupas dari pekerjaan dan individu ini. Begitu banyak hal yang menarik yang bisa disimak, tetapi jarang ada orang yang berani untuk mengakui sisi keberanian seorang pelacur. Berani dalam arti mau menjalani hal yang tidak pernah dilakukan oleh banyak perempuan lain. Berani dalam arti mau melangkah dan menempuh semua sisi gelap pekerjaannya demi untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.



November 08, 2009

Week 3 - Finding Community: the stories and the reasons





September 22, 2009

Alay teriak alay?

Sekarang ini, siapa sih yang ngga tau istilah 'alay'? Istilah ini uda mewabah dimana-mana, apalagi di kalangan komunitas lesbian yang kritis terhadap penampilan dan tren, mulutnya mendadak sadis kalo udah ngomongin penampilan orang lain (hahaha). Apa sih arti 'alay' ini? Apa 'alay' ini cuma tentang penampilan? Ciri-cirinya kaya gimana?

November 16, 2008

Apa sih 'Coming Out'?

Image from Corbis

'Coming out' atau biasa juga disebut 'Coming out of the closet' berarti mengakui dengan sadar dan sukarela mengenai orientasi seksual dan identitas gender kita. 'Coming out' adalah kebalikan dari 'In the closet' yang seringkali ditujukan pada seksualitas dan indentitas minoritas, dalam hal ini adalah lesbian.

Konsep 'Coming Out' pertama kali diperkenalkan pada tahun 1869 oleh Karl Heinrich Ulrichs, seorang aktivis hak-hak homoseksual dari Jerman, sebagai bentuk emansipasi. Menurutnya, menyembunyikan eksistensi merupakan hambatan besar menuju perubahan opini publik, beliau mengajak kaum homoseksual untuk menunjukkan eksistensinya (coming out). Sumber: Wikipedia.

Terdapat beberapa model yang menggambarkan tahapan 'Coming Out' (contoh: Dank, 1971; Cass, 1984; Coleman 1989; Troiden, 1989) yang paling populer adalah model yang dibuat oleh Vivienne Cass yang dikenal sebagai Cass Identity Model. Model ini menekankan pada 6 tahapan berbeda yang telah berhasil dilalui oleh mereka yang telah come out. Tahapan ini yaitu:
  1. Confusion
  2. Identity comparison
  3. Identity tolerance
  4. Identity acceptance
  5. Identity pride
  6. Identity synthesis.
Proses coming out dimulai dengan 'Coming out to oneself' yang berarti mengakui kepada diri sendiri bahwa dirinya, dalam hal ini, adalah lesbian. Ini merupakan tahapan paling awal dalam proses coming out; tahap ini biasanya melibatkan pencarian jati diri, keyakinan, dsb. Banyak lesbian pada tahap awal menyangkal orientasi seksual atau perilaku mereka karena adanya pertentangan terhadap keyakinan dan moral yang mereka percayai. Proses 'Coming out to oneself' menjadi tanda akhir dari keraguan terhadap diri sendiri yang kemudian berlanjut dengan proses 'Self acceptance' atau penerimaan diri.

Coming out adalah sebuah proses yang bertahap sekaligus sebuah perjalanan. Biasanya coming out dilakukan pertama kali terhadap sahabat karib atau anggota keluarga, dan kemudian baru kepada orang-orang lain. Beberapa orang come out pada orang-orang di lingkungan kerja mereka tapi tidak kepada keluarganya, atau sebaliknya. Tapi, seseorang tidak dengan mudahnya come out lalu selesai begitu saja; mereka masih harus terus menetapkan pilihan kepada siapa mereka akan terbuka soal orientasi seksualnya karena situasi dan orang-orang baru akan terus berdatangan dalam kehidupannya.


Sumber: Wikipedia - terjemahan pribadi



Recommended:

Polling #7 Coming Out: Should My Parents Know?

Perlukah orang tuamu tahu tentang orientasi seksualmu? (do you think your parents should know?)

Total votes: 12

Perlu, mungkin suatu hari nanti (yes, but maybe later) - 4 (33%)
Tidak perlu, aku punya alasan sendiri (no, I have my own reasons) - 8 (66%)


Bagi sebagian besar lesbian, ini adalah pertanyaan skak-mat. Gw termasuk salah satunya. Saat usia masih belasan mungkin ini bukan masalah sama sekali, waktu masih panjang, hidup masih senang-senang. Menginjak kepala 2, mulai agak kepikiran walaupun masih bisa bilang 'gimana nanti'. Akhir kepala 2, menjelang kepala 3, kekhawatiran semakin besar apalagi saat orang tua maupun anggota keluarga lain makin sering mempertanyakan soal pendamping pria. Ahhh... males yah ngeladeninnya? Tapi kalo mau jujur kok belum mungkin.

Kenapa susah? Karena mulut ini mendadak bisu tiap kali kata-kata sudah diujung lidah. Kenapa membisu? Karena takut. Takut apa? Bukan takut akan konsekuensi yang akan diterima, tapi takut akan mengecewakan dan menyakiti orang-orang yang paling kita sayangi.

Sering muncul pembelaan yang menurut gw egois: "Kalo mereka bener-bener sayang sama kita, mereka akan bisa ngerti dan menerima kita apa adanya." - memang ada benarnya, tapi orang tua kita pun hanya manusia yang tidak sempurna. Jika kita di posisi mereka, akankah kita lebih siap menghadapi kenyataannya? Belum tentu.

Above all, gw percaya semua orang tua intinya pingin liat anaknya sukses dan bahagia. Kalo kita bisa membuktikan dua hal itu, at least kita punya bargaining position yang cukup kuat buat memulai pembicaraan.

Polling #6 Coming Out: How Much You've Came out?

Sejauh apa kamu sudah coming out?
(how much you've came out?)

Total votes: 12

Hanya beberapa teman dekat (only few close friends) - 5 (41%)
Hampir semua teman sekolah/kampus/kantor (almost to everyone at school/college/office) - 2 (16%)
Ke semua orang kecuali keluarga (to everyone but family) - 0 (0%)
Belum sama sekali (no one knows yet) - 5 (41%)


Wow..hasilnya seimbang antara yang coming out ke beberapa teman dekat sama yang belum coming out sama sekali. Sementara yang sudah lebih terbuka ke teman-teman di lingkungannya justru lebih sedikit. Buat sebagian dari kita coming out ke khalayak yang lebih luas mungkin ngga terlalu sulit, dimulai dari beberapa teman dekat lalu perlahan mulai ke orang-orang lain di sekitar kita, walaupun tanpa perlu ada statement spesifik tapi mereka akhirnya tahu sendiri. Hal ini biasanya didukung oleh lingkungan pergaulan yang berpikiran lebih terbuka dan fleksibel terhadap hal-hal baru, sehingga mereka lebih cepat berkompromi dengan perbedaan yang muncul. Sebaliknya bagi yang tinggal di lingkungan yang lebih tertutup dan kaku, dimana hal-hal baru kurang diminati apalagi perbedaan yang cukup ekstrim, coming out bisa jadi lebih sulit. Sulit disini dalam artian akan lebih banyak argumentasi dan tekanan, tapi bukan berarti tidak mungkin untuk melaluinya.

Coming out atau stay in the closet seutuhnya adalah pilihan masing-masing pribadi. Kita tidak pernah berada dalam posisi mereka, begitu juga sebaliknya, jadi tidak ada seorang pun yang berhak menilai apalagi memutuskan kapan kita harus coming out atau tidak sama sekali. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing dan tidak ada kaitannya dengan umur. Yang terpenting sesungguhnya adalah untuk merasa nyaman menerima dan menjadi diri kita apa adanya. For you are at your best when being yourself.

October 12, 2008

National Coming Out Day PSA by www.glaad.org

In recognition of National Coming Out Day, TR Knight, Jerry O'Connell, Martina Navratilova, John Amaechi, Rachel Griffiths and Marlee Matlin ask viewers to be supportive allies and friends. www.glaad.org





"Gay and transgender people are part of every community. We are your neighbors, your co-workers, your family. If someone you know, comes out, be willing to listen. You have a power to make a difference just by treating people with dignity and respect. Choose to be an ally and a friend. To find out how, visit glaad.org"


***


Stars from Ugly Betty, Grey's Anatomy, Private Practice and Brothers & Sisters come together to say that anti-gay "words can be a powerful weapon" and urge viewers to "be an ally and a friend." www.glaad.org



"Words can be a powerful weapon. So please, choose them carefully because what you say matters. When you tell a homophobic joker or use an anti-gay slurs, you're spreading prejudice. And you can be hurting someone who close to you without even realizing it. These words send a message that it's ok to hate and to discriminate. You have a power to make a difference just by treating people with dignity and respect. Choose to be an ally and a friend."


***


Tennis great Martina Navratilova shares a message of acceptance in this GLAAD PSA.



***


Oscar-winning actress Marlee Matlin shares a message of acceptance.



All video provided by Equality4All

Click here to find out what is GLAAD?

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Another random browse on YouTube about gay and lesbian issue has blown my mind. It is amazing to see these Public Service Advertisement (PSA) are actually sponsored by such big company like ABC channel, and more of it, it goes out in national scale. Despite of being part of the marketing strategy of the ABC, this is a huge step for GLBT community in America. I believe that this will bring so many positive differences for the communities out there.

Now, how about communities in Indonesia? Do we really caged with the east-culture and tradition? Or we just haven't tried hard enough to do it the right way? The answer is in you. But I believe on one thing, that people create culture and tradition, not otherwise.